Cara Menentukan Harga Jual Produk Agar Untung Tanpa Takut Kehilangan Pelanggan
Menentukan harga jual produk itu kelihatannya sepele, tapi nyatanya jadi salah satu faktor paling krusial dalam bisnis. Terlalu mahal, pelanggan kabur. Terlalu murah, capek jualan tapi untung nggak terasa. Nah, di sinilah pentingnya memahami cara menentukan harga jual produk agar untung, bukan sekadar menebak atau ikut-ikutan harga pasar.

Di artikel ini, kita akan bahas secara santai tapi mendalam tentang bagaimana cara menentukan harga jual yang masuk akal, menguntungkan, dan tetap disukai pelanggan. Cocok banget buat Anda yang baru mulai usaha, UMKM, atau bahkan pebisnis yang ingin evaluasi strategi harga.
Harga jual bukan cuma soal angka, tapi juga menyangkut:
Makanya, memahami cara menentukan harga jual produk agar untung adalah fondasi penting sebelum melangkah lebih jauh.
Biaya variabel (variable cost):
Contoh sederhana:
Ini baru modal dasar. Kalau harga jual sama dengan angka ini, ya jelas nggak untung.
Berapa Margin yang Ideal?
Sebenarnya, tidak ada angka saklek. Margin tergantung pada:
Secara umum:
Contoh:
Jika biaya produksi Rp20.000 dan Anda ingin margin 50%, maka:
Harga jual = Rp20.000 + (50% x Rp20.000) = Rp30.000
Dengan begini, Anda sudah mulai menerapkan cara menentukan harga jual produk agar untung secara logis.
Cara Riset yang Simpel tapi Efektif
Kalau harga Anda sedikit lebih mahal, pastikan ada alasan kuat. Misalnya:
Harga mahal nggak selalu masalah, asal value-nya jelas.
Pertanyaan yang perlu dijawab:
Contoh Kasus
Produk yang sama, tapi target pasar beda:
Dengan memahami target pasar, Anda bisa menentukan harga jual produk yang tepat dan tetap untung.
Metode ini paling umum dan aman untuk pemula.
Tidak ada metode yang paling benar. Yang penting, sesuai dengan kondisi bisnis Anda.
Contoh:
Rp99.000 terasa lebih murah daripada Rp100.000
Paket bundling terlihat lebih hemat
Diskon “coret harga” lebih menarik secara visual
Teknik psikologi harga ini sering dipakai untuk meningkatkan penjualan tanpa harus menurunkan margin secara drastis.
Coba tanyakan:
Kalau perlu, lakukan A/B testing:
Dari sini, Anda bisa tahu harga mana yang paling optimal.
Alasan yang masuk akal untuk naik harga:
Yang penting, komunikasikan dengan jujur dan profesional.
Mulai dari menghitung biaya, menentukan margin, riset pasar, hingga evaluasi rutin—semuanya saling berkaitan. Jangan takut bereksperimen, karena harga terbaik sering ditemukan lewat proses.
Kalau Anda serius ingin bisnis berkembang, sekarang saatnya berhenti asal pasang harga. Yuk, hitung ulang dan optimalkan harga jual produk Anda!
Tidak. Yang penting value produk Anda jelas dan sebanding dengan harga.
2. Berapa margin keuntungan yang aman untuk UMKM?
Rata-rata 30–50%, tapi bisa disesuaikan dengan jenis produk dan pasar.
3. Apakah boleh menaikkan harga secara bertahap?
Boleh banget, bahkan disarankan agar pelanggan tidak kaget.
4. Bagaimana kalau produk tidak laku karena harga?
Evaluasi kembali target pasar, value produk, dan strategi pemasaran, bukan langsung banting harga.
5. Apakah diskon selalu efektif?
Tidak selalu. Diskon sebaiknya digunakan dengan strategi, bukan kebiasaan.

Di artikel ini, kita akan bahas secara santai tapi mendalam tentang bagaimana cara menentukan harga jual yang masuk akal, menguntungkan, dan tetap disukai pelanggan. Cocok banget buat Anda yang baru mulai usaha, UMKM, atau bahkan pebisnis yang ingin evaluasi strategi harga.
Kenapa Menentukan Harga Jual Itu Nggak Bisa Asal?
Banyak pebisnis pemula berpikir, “Yang penting jual dulu, urusan untung belakangan.” Padahal, mindset seperti ini sering jadi penyebab bisnis jalan di tempat atau malah tutup di tengah jalan.Harga jual bukan cuma soal angka, tapi juga menyangkut:
- Keberlangsungan bisnis
- Persepsi nilai produk di mata konsumen
- Daya saing dengan kompetitor
- Target pasar yang ingin Anda bidik
Makanya, memahami cara menentukan harga jual produk agar untung adalah fondasi penting sebelum melangkah lebih jauh.
1. Hitung Semua Biaya Produksi dengan Detail
Langkah paling dasar (tapi sering disepelekan) adalah menghitung biaya produksi secara menyeluruh. Jangan cuma hitung bahan baku, tapi juga biaya tersembunyi.Jenis Biaya yang Wajib Diperhitungkan
Biaya tetap (fixed cost):- Sewa tempat
- Gaji karyawan
- Listrik dan internet
- Biaya alat atau mesin
Biaya variabel (variable cost):
- Bahan baku
- Kemasan
- Ongkos kirim
- Biaya produksi per unit
Contoh sederhana:
- Anda jual kopi literan.
- Biji kopi: Rp10.000
- Susu & gula: Rp5.000
- Botol & stiker: Rp3.000
- Gas & listrik (dibagi per produk): Rp2.000
- Total biaya per produk = Rp20.000
Ini baru modal dasar. Kalau harga jual sama dengan angka ini, ya jelas nggak untung.
2. Tentukan Margin Keuntungan yang Realistis
Setelah tahu biaya produksi, langkah berikutnya adalah menentukan margin keuntungan. Di sinilah banyak orang ragu.Berapa Margin yang Ideal?
Sebenarnya, tidak ada angka saklek. Margin tergantung pada:
- Jenis produk
- Target pasar
- Posisi brand (murah, menengah, premium)
Secara umum:
- Produk harian: margin 20–40%
- Produk fashion & lifestyle: 50–100%
- Produk premium atau handmade: bisa lebih dari 100%
Contoh:
Jika biaya produksi Rp20.000 dan Anda ingin margin 50%, maka:
Harga jual = Rp20.000 + (50% x Rp20.000) = Rp30.000
Dengan begini, Anda sudah mulai menerapkan cara menentukan harga jual produk agar untung secara logis.
3. Riset Harga Pasar dan Kompetitor
Menentukan harga jual tanpa melihat pasar itu ibarat jalan sambil tutup mata. Anda perlu tahu:- Harga produk serupa di pasaran
- Kelebihan dan kekurangan kompetitor
- Segmentasi pelanggan mereka
Cara Riset yang Simpel tapi Efektif
- Cek marketplace (Shopee, Tokopedia, dll.)
- Lihat media sosial kompetitor
- Bandingkan isi, kualitas, dan layanan
Kalau harga Anda sedikit lebih mahal, pastikan ada alasan kuat. Misalnya:
- Kualitas lebih bagus
- Kemasan lebih eksklusif
- Pelayanan lebih cepat dan ramah
Harga mahal nggak selalu masalah, asal value-nya jelas.
4. Kenali Target Pasar Anda
Salah satu kesalahan fatal dalam menentukan harga jual adalah tidak mengenal siapa target pembelinya.Pertanyaan yang perlu dijawab:
- Mereka pelajar, pekerja, atau pebisnis?
- Sensitif harga atau lebih mementingkan kualitas?
- Beli untuk kebutuhan atau gaya hidup?
Contoh Kasus
Produk yang sama, tapi target pasar beda:
- Sabun handmade untuk mahasiswa → harga harus terjangkau
- Sabun handmade untuk gift eksklusif → harga bisa lebih tinggi
Dengan memahami target pasar, Anda bisa menentukan harga jual produk yang tepat dan tetap untung.
5. Gunakan Metode Penetapan Harga yang Tepat
Ada beberapa metode populer dalam cara menentukan harga jual produk agar untung. Anda bisa pilih yang paling sesuai.a. Cost Plus Pricing
Harga jual = biaya produksi + margin keuntunganMetode ini paling umum dan aman untuk pemula.
b. Value Based Pricing
Harga ditentukan berdasarkan nilai yang dirasakan pelanggan, bukan cuma biaya. Cocok untuk produk unik atau brand kuat.c. Competitive Pricing
Harga mengikuti atau menyesuaikan dengan kompetitor. Biasanya dipakai di pasar yang sangat kompetitif.Tidak ada metode yang paling benar. Yang penting, sesuai dengan kondisi bisnis Anda.
6. Pertimbangkan Psikologi Harga
Percaya atau tidak, angka harga bisa memengaruhi keputusan beli.Contoh:
Rp99.000 terasa lebih murah daripada Rp100.000
Paket bundling terlihat lebih hemat
Diskon “coret harga” lebih menarik secara visual
Teknik psikologi harga ini sering dipakai untuk meningkatkan penjualan tanpa harus menurunkan margin secara drastis.
7. Uji Coba dan Evaluasi Harga Secara Berkala
Harga jual bukan sesuatu yang statis. Anda perlu evaluasi secara berkala.Coba tanyakan:
- Apakah penjualan meningkat?
- Apakah laba sesuai target?
- Apakah pelanggan keberatan dengan harga?
Kalau perlu, lakukan A/B testing:
- Harga A di periode tertentu
- Harga B di periode lain
Dari sini, Anda bisa tahu harga mana yang paling optimal.
8. Jangan Takut Naik Harga (Kalau Ada Alasannya)
Banyak pebisnis takut menaikkan harga karena khawatir kehilangan pelanggan. Padahal, kalau dilakukan dengan strategi yang tepat, justru bisa meningkatkan profit.Alasan yang masuk akal untuk naik harga:
- Biaya bahan baku naik
- Kualitas produk meningkat
- Layanan ditingkatkan
Yang penting, komunikasikan dengan jujur dan profesional.
Kesimpulan: Harga Jual yang Tepat adalah Kunci Bisnis Sehat
Menentukan harga jual produk bukan sekadar hitung-hitungan, tapi strategi jangka panjang. Dengan memahami cara menentukan harga jual produk agar untung, Anda bisa menjalankan bisnis dengan lebih tenang, terarah, dan berkelanjutan.Mulai dari menghitung biaya, menentukan margin, riset pasar, hingga evaluasi rutin—semuanya saling berkaitan. Jangan takut bereksperimen, karena harga terbaik sering ditemukan lewat proses.
Kalau Anda serius ingin bisnis berkembang, sekarang saatnya berhenti asal pasang harga. Yuk, hitung ulang dan optimalkan harga jual produk Anda!
FAQ: Pertanyaan Seputar Menentukan Harga Jual Produk
1. Apakah harga jual harus selalu lebih murah dari kompetitor?Tidak. Yang penting value produk Anda jelas dan sebanding dengan harga.
2. Berapa margin keuntungan yang aman untuk UMKM?
Rata-rata 30–50%, tapi bisa disesuaikan dengan jenis produk dan pasar.
3. Apakah boleh menaikkan harga secara bertahap?
Boleh banget, bahkan disarankan agar pelanggan tidak kaget.
4. Bagaimana kalau produk tidak laku karena harga?
Evaluasi kembali target pasar, value produk, dan strategi pemasaran, bukan langsung banting harga.
5. Apakah diskon selalu efektif?
Tidak selalu. Diskon sebaiknya digunakan dengan strategi, bukan kebiasaan.
Posting Komentar untuk "Cara Menentukan Harga Jual Produk Agar Untung Tanpa Takut Kehilangan Pelanggan"
Posting Komentar