Kesalahan Umum dalam Investasi Pemula yang Sering Terjadi (dan Cara Menghindarinya)
Investasi sekarang sudah jadi topik yang sangat populer. Dari media sosial, podcast keuangan, sampai obrolan tongkrongan, semua orang seolah-olah sedang “melek investasi”. Mulai dari saham, reksa dana, crypto, sampai properti digital.
Masalahnya, banyak orang terjun ke dunia investasi tanpa persiapan yang matang. Alhasil, bukannya untung, yang didapat malah stres, panik, bahkan trauma karena rugi.
Masalahnya, banyak orang terjun ke dunia investasi tanpa persiapan yang matang. Alhasil, bukannya untung, yang didapat malah stres, panik, bahkan trauma karena rugi.

Artikel ini akan membahas secara lengkap kesalahan umum dalam investasi pemula yang sering terjadi.
Bukan untuk menakut-nakuti, tapi justru supaya kamu bisa belajar lebih cepat tanpa harus jatuh terlalu dalam. Kalau kamu baru mulai investasi (atau sudah mulai tapi masih sering ragu), artikel ini cocok banget buat kamu.
Mengapa Pemula Rentan Melakukan Kesalahan Investasi?
Sebelum masuk ke daftar kesalahannya, penting untuk paham dulu kenapa investor pemula sangat rentan salah langkah.Beberapa penyebab utamanya antara lain:
- Kurangnya literasi keuangan
- Terlalu percaya influencer atau “kata orang”
- Tidak punya tujuan investasi yang jelas
- Emosi lebih dominan daripada logika
- Ingin hasil cepat tanpa memahami risikonya
Semua faktor ini saling berkaitan dan sering kali terjadi bersamaan. Nah, sekarang kita bahas satu per satu kesalahan umumnya.
1. Tidak Punya Tujuan Investasi yang Jelas
Kenapa Ini Kesalahan Fatal?
Banyak pemula investasi hanya karena ikut-ikutan. Teman beli saham A, ikut beli. Lihat crypto naik, langsung masuk. Tanpa sadar, mereka tidak tahu sebenarnya untuk apa investasi tersebut.
Padahal, tujuan investasi sangat menentukan:
Contoh Kasus
Seseorang ingin uangnya aman untuk biaya nikah 2 tahun lagi, tapi malah masuk ke saham gorengan karena tergiur cuan cepat. Begitu harga turun, panik dan jual rugi.
Banyak pemula investasi hanya karena ikut-ikutan. Teman beli saham A, ikut beli. Lihat crypto naik, langsung masuk. Tanpa sadar, mereka tidak tahu sebenarnya untuk apa investasi tersebut.
Padahal, tujuan investasi sangat menentukan:
- Instrumen apa yang cocok
- Jangka waktu investasi
- Tingkat risiko yang bisa ditoleransi
Seseorang ingin uangnya aman untuk biaya nikah 2 tahun lagi, tapi malah masuk ke saham gorengan karena tergiur cuan cepat. Begitu harga turun, panik dan jual rugi.
Insight Praktis
Sebelum investasi, tanyakan ke diri sendiri:
- Tujuan saya apa? (Dana darurat, rumah, pensiun, liburan)
- Kapan uang ini akan dipakai?
- Seberapa siap saya menghadapi fluktuasi?
Dengan tujuan yang jelas, kamu tidak mudah goyah.
2. Tidak Memahami Produk Investasi yang Dibeli
“Yang Penting Beli Dulu” Adalah Mindset Berbahaya
Salah satu kesalahan umum dalam investasi pemula adalah membeli produk investasi tanpa benar-benar memahaminya. Istilah-istilah seperti NAV, dividen, capital gain, volatilitas, sering dianggap sepele.
Akibatnya, ketika terjadi hal yang tidak sesuai ekspektasi, pemula langsung panik.
Salah satu kesalahan umum dalam investasi pemula adalah membeli produk investasi tanpa benar-benar memahaminya. Istilah-istilah seperti NAV, dividen, capital gain, volatilitas, sering dianggap sepele.
Akibatnya, ketika terjadi hal yang tidak sesuai ekspektasi, pemula langsung panik.
Contoh Nyata
Banyak pemula membeli reksa dana saham, lalu kaget saat nilainya turun 10–15% dalam beberapa bulan. Padahal, secara karakter, reksa dana saham memang fluktuatif dalam jangka pendek.
Insight Praktis
Sebelum beli:
- Pelajari cara kerja produknya
- Pahami potensi untung dan risiko
- Ketahui faktor yang memengaruhi naik-turunnya harga
Tidak perlu jadi ahli, tapi minimal tahu apa yang kamu beli.
3. Terlalu Fokus ke Keuntungan, Lupa Risiko
Semua Investasi Punya Risiko
Pemula sering terjebak pada janji cuan. “Katanya bisa untung 30% setahun.” “Ini saham bakal terbang.” Fokus hanya ke potensi untung tanpa menghitung risiko adalah kesalahan klasik.
Investasi bukan soal siapa paling cepat untung, tapi siapa yang bisa bertahan paling lama.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Menaruh semua uang di satu aset
- Menggunakan uang kebutuhan sehari-hari untuk investasi
- Berutang demi investasi
Insight Praktis
Biasakan bertanya:
- Kalau rugi, saya masih bisa hidup normal?
- Apakah ini uang dingin?
- Seberapa besar risiko terburuknya?
Manajemen risiko itu sama pentingnya dengan mencari keuntungan.
4. Tidak Diversifikasi Portofolio
“All In” Bukan Strategi, Tapi Judi
Diversifikasi sering terdengar membosankan, tapi justru itulah kunci bertahan dalam investasi. Banyak pemula menaruh seluruh dana di satu saham, satu koin crypto, atau satu platform saja.
Ketika aset tersebut bermasalah, seluruh portofolio ikut hancur.
Diversifikasi sering terdengar membosankan, tapi justru itulah kunci bertahan dalam investasi. Banyak pemula menaruh seluruh dana di satu saham, satu koin crypto, atau satu platform saja.
Ketika aset tersebut bermasalah, seluruh portofolio ikut hancur.
Contoh Kesalahan Investasi Pemula
- Semua dana di satu saham karena “rekomendasi panas”
- Seluruh uang di satu exchange tanpa cadangan
- Tidak punya aset aman seperti reksa dana pasar uang
Diversifikasi bisa dilakukan dengan:
- Membagi dana ke beberapa instrumen
- Memilih sektor yang berbeda
- Menyesuaikan porsi sesuai profil risiko
Tidak perlu rumit, yang penting tidak satu keranjang.
5. Terlalu Emosional: Panik Saat Turun, Serakah Saat Naik
Emosi Adalah Musuh Investor
Pasar naik, serakah. Pasar turun, panik. Pola ini sangat umum terjadi pada pemula. Tanpa rencana dan strategi, keputusan diambil berdasarkan perasaan, bukan data.
Ini termasuk:
Pasar naik, serakah. Pasar turun, panik. Pola ini sangat umum terjadi pada pemula. Tanpa rencana dan strategi, keputusan diambil berdasarkan perasaan, bukan data.
Ini termasuk:
- Panic selling
- FOMO (Fear of Missing Out)
- Overtrading
Contoh Kasus
Harga saham turun karena sentimen jangka pendek. Pemula panik jual. Beberapa bulan kemudian, harga malah rebound lebih tinggi.
Insight Praktis
- Punya rencana sebelum beli
- Tentukan target dan batas rugi
- Kurangi terlalu sering cek harga
Investasi yang sehat butuh kepala dingin.
6. Tidak Konsisten dan Mudah Menyerah
Investasi Itu Maraton, Bukan Sprint
Banyak pemula berhenti investasi karena:
Padahal, hasil investasi yang signifikan biasanya datang dari konsistensi jangka panjang.
Banyak pemula berhenti investasi karena:
- Belum untung dalam 3 bulan
- Pernah rugi sekali
- Bosan karena hasil lambat
Padahal, hasil investasi yang signifikan biasanya datang dari konsistensi jangka panjang.
Insight Praktis
- Gunakan strategi investasi rutin (DCA)
- Jangan bandingkan hasil dengan orang lain
- Fokus pada progres, bukan sensasi
Konsistensi kecil tapi panjang jauh lebih efektif.
7. Mengabaikan Edukasi dan Terlalu Percaya “Tips Panas”
Ilmu Lebih Penting dari Rumor
Mengandalkan grup Telegram, influencer, atau “bisikan teman” tanpa belajar adalah kesalahan umum investor pemula.
Tips bisa jadi referensi, tapi keputusan tetap harus berdasarkan pemahaman sendiri.
Mengandalkan grup Telegram, influencer, atau “bisikan teman” tanpa belajar adalah kesalahan umum investor pemula.
Tips bisa jadi referensi, tapi keputusan tetap harus berdasarkan pemahaman sendiri.
Insight Praktis
- Sisihkan waktu belajar rutin
- Baca laporan, buku, atau artikel berkualitas
- Ikuti sumber edukasi yang kredibel
Semakin paham, semakin percaya diri.
Kesimpulan: Belajar dari Kesalahan, Bukan Menyerah
Melakukan kesalahan dalam investasi itu wajar, apalagi kalau masih pemula. Yang tidak wajar adalah mengulangi kesalahan yang sama tanpa belajar.Dengan memahami kesalahan umum dalam investasi pemula, kamu bisa:
- Mengurangi risiko kerugian
- Lebih tenang menghadapi pasar
- Membangun portofolio yang sehat dan berkelanjutan
Mulailah dari tujuan yang jelas, pahami produk yang kamu beli, dan kelola emosi dengan baik.
👉 CTA:
Kalau kamu baru mulai investasi, jadikan artikel ini sebagai checklist sebelum mengambil keputusan. Lebih baik pelan tapi aman, daripada cepat tapi menyesal.
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Investasi Pemula
1. Apakah wajar pemula mengalami kerugian saat investasi?
Sangat wajar. Kerugian sering menjadi bagian dari proses belajar. Yang penting, kerugiannya terkontrol dan jadi bahan evaluasi.
Sangat wajar. Kerugian sering menjadi bagian dari proses belajar. Yang penting, kerugiannya terkontrol dan jadi bahan evaluasi.
2. Instrumen apa yang cocok untuk pemula?
Reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, atau saham blue chip sering dianggap lebih ramah untuk pemula, tergantung tujuan dan profil risiko.
3. Berapa modal ideal untuk mulai investasi?
Tidak ada angka pasti. Mulai dari jumlah kecil yang tidak mengganggu kebutuhan hidup sudah cukup, yang penting konsisten.
4. Apakah harus punya ilmu dulu baru investasi?
Idealnya, iya. Tapi kamu bisa belajar sambil jalan, asal tetap berhati-hati dan tidak gegabah.
5. Bagaimana cara menghindari kesalahan investasi pemula?
Tentukan tujuan, pahami produk, kelola risiko, jangan emosional, dan terus belajar. Itu kombinasi terbaik untuk jangka panjang.
Posting Komentar untuk "Kesalahan Umum dalam Investasi Pemula yang Sering Terjadi (dan Cara Menghindarinya)"
Posting Komentar